Rabu, 03 September 2014

artikel dakwah

Unforgetable momenpasar Bali.....
wishing could visiting next time.....
.......
Hal‐Hal yang Menghapuskan Dosa
􀈆 ﴿كفارة ا
[ Indonesia – Indonesian – 􀆀 [ إندوني
Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy‐Syaqawi
Terjemah : Muzaffar Sahidu
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad
2010 - 1431
1
نوب﴾ 􀈆 ﴿كفارة ا
« باللغة الإندونيسية »
ف: د.أمﻴﻦ بن عبد الله الشقاوي 􀇾 تأ
ترﺟﻤة: مظفر شهيد
مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو
2010 - 1431
2
Hal‐Hal yang Menghapuskan Dosa
Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad saw, dan aku bersaksi
bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah
yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:
Di antara hikmah Allah SWT adalah bahwa Dia menjadikan nafsu
Ammarah bissu’ bagi manusia sebagai musuh-musuh yang selalu
menggodanya dan mendorongnya untuk melakukan dosa serta agar dosa itu
menjadi enteng dalam pandangannya dan menjauhkannya dari kebaikan.
Itulah kerja nafsu Ammarah bissu’, setan dan hawa nafsu. Allah SWT
berfirman:
􀈒 ن رَ ِّ 􀄒 إِ 􀈒 لا مَا رَحِمَ رَ َِّ 􀄒 مارَةٌ بِالسُّوءِ إِ 􀄒 ن اجفسَ لأ 􀄒 إِ َْ 􀄒
“…karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan,
kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”. (QS. Yusuf: 53)
Allah SWT berfirman:
وأما مَن خاف مَقام ربه وغﻬﻰ اجفس عَن الْهَوَى
ََِ ْ 􀄒 َََََََِِّْ 􀄒 ََ
فإن اﻟﺠنة ﻫﻲ المأوَى َََْْ َِ 􀄒 ْ 􀄒 ِ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan
menahan diri dari keinginan hawa nafsunya، maka sesungguhnya surgalah
tempat tinggal (nya). (QS. Al-Nazi’at: 40-41)
Allah SWT berfirman:
ن لَهُمْ ﺻِﺮَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ 􀄒 قالَ فبما أغوَيتﻨﻲ لأقْعُدَ ََ
ِ
ََِْْ
عم لآتِينهم من نﻴﻦ أَيْدِ
يَُِِّْهِمْ وَمنْ خلفِهِمْ وَقَنْ 􀄒 َ 􀄒 ُ
َِْ
أفمانهمْ وعن شَمآئلهمْ ولا ﺗﺠد أكْﺜَﺮَهُمْ شَاكِرِينَ ََُ ِ
ََََ َََِِِِِ Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat ، saya
benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus،
(17)kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang
3
mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati
kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al-A’rof: 16-17.)
Allah SWT berfirman: أرأيت من اﺗﺨذ إلهه هواه أ
ََََََََُُ
ِ
ََ 􀄒
ِ
يلًا 􀈠 فَََْأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَ ِ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa
nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara
atasnya?. (QS. Al-Furqon: 43.)
Di antara wujud kasih sayang Allah SWT bagi para hamba -Nya adalah
bahwa Dia menyiapkan bagi mereka perkara-perkara yang bisa
menghapuskan dosa-dosa mereka dan menghilangkannya. Semua perkara
yang menghapuskan dosa-dosa ini dan menghilangkannya adalah
perkataan, perbuatan yang disyari’atkan oleh Allah SWT di dalam kitab -Nya
atau dengan lisan Rasul -Nya Muhammad saw: Di antara perbuatan itu
adalah:
Pertama; Beriman kepada Allah SWT, mentauhidkannya dan beramal
shaleh. Allah SWT berfirman:
ي ﻛﺎَنُوا فَعْمَلُونَ 􀈆 نهم أحْسن ا ِ 􀄒 ين آمنوا وعملُوا الصاﻟﺤات جكَفِّرن قَنهم سَيئاتهم وججْزي 􀈆 وا ِ
􀄒 َََََُُْْْ 􀄒
َََََََِِِ 􀄒 َُِِ 􀄒 ََُِ
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan
Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami
beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-
Ankabut: 7)
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA
bahwa Nabi Muhammad Muhammad saw bersabda, “Pintu-pitu surga dibuka
pada hari senin dan kamis, lalu Allah mengampuni setiap hamba yang tidak
mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.1
Kedua: Menjauhi dosa-dosa besar. Allah SWT berfirman:
إن ﺗﺠتنبوا كبَآئر ما ينهون قنه نكفر عنكم سَيئاتكم وندخلكم مدخلا كرِيمًا
ًََََُُُُُِّّْْْْْْ
َََََََََُُُِِِِّْْْْ ُِْ
َ
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang
dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-
1 Shahih Muslim, halaman: 1035 no: 2565
4
kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat
yang mulia (surga). (QS. Al-Nisa’: 31)
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah
RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Shalat lima waktu, jum’at yang
satu kepada jum’at yang lain, Ramadhan yang satu dengan ramadhan yang
lain adalah penghapus dosa selama dosa-dosa besar dijauhi”.2
Ketiga: Taubat yang benar-benar taubat. Allah SWT berfirman:
جفس الﺘﻲ حَرمَ الله إلا باﻟﺤَْقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن 􀄒 ين لَا يَدعونَ مَعَ الله إلهًا آخَرَ وَلَا فقتلونَ ا 􀈆 وَا
ِ
􀄒
ِ 􀄒 ُ 􀄒 ِِ 􀄒
􀄒 َََُُُْْ َِِْ
􀄒
فَفعل ذلك يلق أثَامًا ََََْ العَذابُ يومَ القِيَامَةِ وَﻳَﺨْتُْ فِيهِ مُهَانًا 􀈄 يضاقف
لا 􀄒 إ
مِن تاب وآمن وعمل َََََََََِ
رحِيمًا 􀄒 لَفُورًا 􀄒 نَ اللهُ 􀈡 سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَ َ 􀄒 قَمَلا صَاﻟﺤا فأوْحَِكَ فُبَدِّلُ اللهُ ًًَُِ
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan selain Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan Allah ( membunuhnya) kecuali dengan
(alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan
demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosanya. (69)(yakni) akan
dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam
azab itu, dalam keadaan terhina. (70)kecuali orang-orang yang bertobat,
beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti oleh
Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS. Al-Furqon: 68-70).
Keempat: Istigfar. Allah SWT berfirman:
رحِيمًا 􀄒 ﻛﺎَنَ لَفُورًا 􀄒 ن الله 􀄒 وَاسْتَغْفِرِ الله إِ
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Nisa’: 106)
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Zaid RA bahwa Nabi Muhammad
SAW bersabda: Barangasiapa yang mengucapkan,
ه 􀇾 القيوم وأتوب إ 􀅸 ي لا ﻟﻪ إلا هو ال 􀈆 أستغفر الله ا
2 Shahih Muslim, halaman: 1/209 no: 233
5
(Aku meminta ampun kepada Allah yang tidak ada tuhan yang berhak
disembah dengan sebenarnya kecuali Dia, Yang Maha Hidup dan berdiri
sendiri dan aku memohon taubat kepada -Nya). Maka dia akan diampuni
dosa-dosanya sekalipun dia berlari dari peperangan”.3
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Dzar RA
bahwa Nabi menceritakan tentang firman Tuhannya bahwa Dia berfirman:
Wahai hambaKu sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa dan
kesalahan baik pada waktu siang atau malam, dan Aku mengampuni semua
dosa-dosamu, maka mintalah ampun kepadaKu niscaya Aku pasti
mengampunimu”.4
Kelima: Berwudhu’. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya
dari Humron, budak Utsman bin Affan RA berkata, “Aku memberikan
Utsman air untuk berwudhu’ lalu dia berwudhu’ dengannya, kemudian dia
berkata, “Sesungguhnya banyak masyarakat yang mempertanyakan sesuatu
yang datangnya dari Rasulullah SAW namun aku tidak mengetahui dari
manakah sumber hadits tersebut?. Hanya saja aku pernah melihat
Rasulullah Muhammad SAW berwudhu’ seperti wudhu’ku ini, kemudian dia
berkata, “Barangsiapa yang berwudhu’ dengan cara seperti ini maka dia
akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju
mesjid terhitung sebagai pahala tambahan baginya”.5
Keenam: Shalat, berjalan menuju shalat. Diriwayatkan oleh Muslim di
dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan terhadap sesuatu yang bisa
menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?. Para shahabat menjwab:
“tentu, wahai Rasulullah!”. Beliau menjawab, “Menyempurnakan wudhu’
pada tempat-tempat anggota wudhu’, memperbanyak langkah menuju mesjid
dan menunggu shalat setelah adzan, maka jagaan amalan tersebut (seperti
pasukan yang menjaga perbatasan Negara)”.6
Keenam: Bersedekah. Allah SWT berfirman:
3 HR. Abu Dawud, halaman: 180 no: 1517
4 Bagian dari hadits riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya, halaman 1039 no:
2577
5 Bagiam dari hadits riwayat Muslim di dalam kitab shahihnya, halaman: 120 no: 229
6 Bagian dari hadits riwayat Imam Muslim di dalam kitab shahihnya, halaman 251.
6
ن ﺗُﺨْفُوهَا وَ 􀉉 إن يبدوا الصدقات فنعما ﻫﻲ وَ
َِِ 􀄒 ََِِِ تَُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَﻴْﺮٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن 􀄒 ُُِْْ
سَيِّئَاتِكُمْ وَالله بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِﻴﺮٌ
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali.
Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang
fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan
menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan . (QS. Al-Baqarah: 271)
Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi di dalam kitab sunannya dari hadits
riwayat Muazd bin Jabal RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Tidakkah aku menunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?. Puasa itu
adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebgaimana air
memadamkan api”.7
Kedelapan; Haji dan Umroh. Diriwayatkan oleh An-Nasa’I dari hadits Ibnu
Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Laksanakanlah haji dan
Umroh, sebab dia menghapuskan dosa-dosa, kesalahan sebagaimana pandai
besi yang menghapuskan karatan besi”.8
Kesembilan: Musibah yang menimpa. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam
kitab shahihnya dari Abi Hurairah RA berkata: Pada saat turunnya firman
Allah SWT: مَن فَعْمَلْ سُوءًا ﻳُﺠْزَ بِهِ
Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi
pembalasan dengan kejahatan itu. (QS. An-Nisa’: 132). Maka kaum
muslimin merasakan kesulitan yang sangat tinggi, dan Nabi Muhammad
SAW bersabda, “Berbuatlah yang mendekati kebenaran dan berbuatlah yang
benar, maka pada setiap apapun yang menimpa seorang muslim sebagai
penghapus bagi dosa-dosanya, bahkan musibah yang menimpanya atau duri
yang menusuknya (sebagai penghapus dosa baginya)”. 9
7 Bagian dari hadits riwayat Imam Turmudzi halaman: 425 no: 2616
8 Al-Nasa’I, halaman: 227 no: 2574
9 Shahih Muslim, halaman: 1039 no: 2574
7